Thursday, November 26, 2009

SEMAKIN BIASSS

Seringkali kita dibuat jengkel dengan pemberitaan di infotaiment yang membahas hal-hal yang lain di luar gosip selebriti. Ternyata Infotaiment juga memperluas cakupan beritanya di wilayah yang buka ranah dunia hiburan.Hal inilah yang membuat saya semakin malas menonton acara infotainment.

Banyak berita yang nota bene bukan berita dunia hiburan seringkali diberitakan di acara infotainment, bahkan ada yang mengulasnya dalam bentuk investigasi. Padahal jelas-jelas tidak ada selebriti yang berkaitan secara langsung dengan berita tersebut. Berita-berita mulai dari isu-isu aktual seperti penyakit flu burung, kampanye dan pemilu; kasus Syeh Puji dan fenomena Ponari (yg nota bene bukan artis); bencana alam seperti banjir, tanah longsor dan gempa bumi; kecelakaan pesawat terbang; bahkan fenomena alam seperti gerhana matahari dan hari kiamat semua tak luput dari pemberitaan infotainment.

Menurut saya sih sebetulnya tidak apa-apa isu-isu tersebut diangkat dalam pemberitaan infotainment jika tujuannya adalah untuk menampung opini dari kaum selebriti mengenai hal-hal yang tejadi di dunia keartisan. Tetapi tak jarang beberapa selebriti yang diwawancarai memberikan komentar mengenai topik berita yang diberitakan, memberikan jawaban-jawaban tak sesuai dengan yang diharapkan. Hal ini disebabkan karena selebriti-selebriti yang diwawancarai kurang menguasai topik tersebut atau kurang mengikuti pemberitaan di media massa (jika topik bersifat aktual) atau tidak mempunyai pengalaman yang berkaitan dengan berita tersebut atau mungkin juga selebriti yang diwawancarai kurang pintar di bidang akademis.

Berdasarkan analisa saya, mengapa infotainment cenderung bias ke berita-berita umum semacam itu karena :
1. Lagi sepi gosip. Tidak ada berita menarik dari dunia keartisan.
2. Memanfaatkan moment aktual untuk mendapatkan berita terhangat, meskipun bukan dari dunia artis dengan harapan menggaet pemirsa yang tidak suka nonton infotainment
3. Berita dari dunia keartisan (kelas satu) belum masuk meja redaksi (padahal sudah deadline), akibatnya terpaksa pihak infotainment menyiarkan berita kelas dua (yg bukan dari dunia selebriti), yang sudah disiapkan sebelumnya menggantikan berita kelas satu meskipun beritanya kurang aktual.

Bagaimana reaksi para penggemar infotainment ketika menonton acara infotainment yang ternyata tidak membahas dunia selebriti yang telah menjadi makanan pokok mereka sehari2? Tidak ada. Justru mereka menganggap semua pemberitaan layak dikonsumsi, termasuk yang di luar keartisan (meskipun bukan kesukaan mereka).

Sebagian dari mereka berpendapat bahwa berita itu akan menambah wacana mereka akan isu-isu aktual karena mereka tidak suka menonton acara berita umum. Dengan kata lain mereka kecipratan informasi berita umum dan menikmatinya dengan nyaman melalui kemasan infotaiment. Sebagian lagi masa bodoh dengan berita-berita macam itu, yang penting bisa menonton artis-artis yang diwawancarai, apalagi selebriti yang menjadi pujaan.

Dan akhirnya kebiasan pemberitaan itu lama-lama menjadi kebiasaan bagi infotainment.

Saturday, August 16, 2008

KETIKA INFOTAINMENT MENYERAH....

Infotainment adalah acara paling saya benci karena isi beritanya yang kurang, kebanyakan kata-kata mutiara, tampilan gambar2 yang sama secara berulang2. Dan mengomentari serta membicarakan keburukan-keburukan infotaiment adalah kegemaranku.

Salah satu hal yang juga saya benci dari infotaiment setelah mengamati dan mengikuti berberapa infotaiment (untuk dikomentari, bukan untuk dinikmati) adalah infotaiment terlalu lemah dalam investigasi berita selebritis. Infotaiment sering menyerah dalam meliput pemberitaan sebuah kasus yang menimpa selebritis.

Memang karena kesibukan atau karena peliknya masalah/kasus yang dihadapi, selebritis dan keluarganya sebagai narasumber, enggan atau menolak jika diminta waktu interview. Terkadang, karena saking bingungnya selebritis bisa marah terhadap wartawan infotaiment yang sepertinya terus menerus meneror mereka dengan ribuan pertanyaan yang sudah menjurus ke daerah pribadinya. Oleh karena itu tak jarang ada selebritis yang membanting pintu mobil, memaki, menyerang, memukul, menampar wartawan infotaiment, dan bahkan ada yang meneror balik dengan senjata tajam atau senjata api. Sulitnya mendapatkan narasumber inilah yang menyebabkan berita infotaiment kurang lengkap dan tidak bisa dipercaya.

Deadline berita juga membuat wartawan infotainment kewalahan ketika informasi yang seharusnya bisa didapatkan tidak terpenuhi. Mereka sampai rela tidak tidur atau menginap di depan halaman rumah selebritis yang bersangkutan demi sebuah berita meskipun pada akhirnya, selebritis yang bersangkutan tetap bungkam dan berita yang lengkap pun tinggal impian.

Berdasarkan pengamatan saya, ada 3 kemungkinan jika (wartawan) infotaiment gagal mendapatkan berita dari selebritis yang tertimpa kasus atau narasumber yang terpercaya:

1. Wartawan infotaiment mewawancarai narasumber lain yang kurang bisa dipercaya, misalnya : pembantu rumahtangga selebritis yang diberitakan, tukang kebun, pak RT, tetangga depan rumah, tukang becak langganan sampai orang yang lewat depan rumah. Kadang2 mereka memang tidak bisa berbicara dan menyampaikan informasi sesuai harapan karena memang 'kurang tahu' atau 'disuruh tutup mulut' oleh selebritis yang bersangkutan.

2. Wartawan infotaiment pergi ke dukun dan paranormal (misalnya : Ki Joko Bodo, Mama Lorenz, dll), meminta pendapat atau ramalan berdasarkan terawang gaib, yang semuanya itu tidak bisa dipertanggungjawabkan sebagai berita yang bermuatan informatif dan tidak ada kepastian dan kebenaran berita di dalamnya.

3. Ketika semua kepastian berita tidak bisa didapatkan dan usaha yang keras sudah dilakukan untuk mencari kebenaran berita tanpa hasil menjelang deadline, akhirnya dengan berani ditayangkannyalah berita yang kurang lengkap dan tidak sempurna itu dengan banyak bumbu seperti : dokumentasi perjalanan hidup selebritis yang bersangkutan, kata-kata mutiara yang puitis serta kalimat-kalimat yang terkesan dipanjanglebarkan. Dan yang paling khas, karena tidak ada kesimpulan yang jelas, narator selalu berkata : "hanya xxx (selebritis yang bersangkutan) yang tahu" atau " hanya Tuhan yang tahu" atau "hanya waktu yang bisa menjawabnya".

Sungguh sangat disayangkan hal semacam itu. Mungkin wartawan infotaiment harus diberi diklat bagaimana mencari berita yang terpercaya dengan teknik2 investigasi dari wartawan berita yang profesional.

Friday, July 4, 2008

10 besar Selebriti gak tau malu

1. Anwar Fuadi : udah gagal jadi gubernur dan presiden, pernah terlibat ijazah dan gelar palsu
2. Ulfa : kerjaannya kawin-cerai terus dengan 4 orang suami yang berbeda.
3. Tiara Lestari : dengan bangganya memamerkan kebugilannya di majalah Playboy dan blog pribadinya sebelum akhirnya bertobat setelah diancam ibunya tidak mau mengakui anaknya.
4. Agnes Monica : Impian go internatonal yang gak kesampaian....
5. Azhari sisters : dari Ayu Azhari yg kawin lari sama Mike Tramp, Sarah yg punya anak tanpa bapak, Rahma yg suka pose syur di majalah.
6. Ivan Gunawan : menyalah kodrat sebaga laki2. Udah pakai baju cewek, dipanggil Nona, Madam, dsb. Pernah mencoba ganti penampilan jd lebih maskulin sebelum akhirnya kembali lagi jadi lawra (lanang ora wedok ora).
7. Tamara Blezynski : habis cerai rebutan anak. Mendramatisir suasana kalo ketemu anaknya.
8. Mayangsari : Artis penuh sensasi. Merebut suami orang.
9. Maria Eva : Sukses dengan video pornonya..
10. Saipul Jamil : dicalonkan jadi walikota? gak salah tuh?

Thursday, June 7, 2007

INFOTAINMENT SUCKS

Entah sejak kapan aku gak suka yg namanya acara infotainment di teve. Tiap nyetel teve selalu ada yg namanya INSERT, CEK & RICEK, KROSCEK. Bahkan ada yg namanya gak banget kyk : KASAK-KUSUK dan WAS-WAS. Emang apa sh yg perlu di WAS-WASin?
Yg gak banget menurutku adalah narasinya yg terlalu puitis, dilebih-lebihkan, dipanjang-lebarkan dan terkesan mengada-ada. Seharusnya INFOTAINMENT termasuk jenis program berita (news) tetapi kenapa naskahnya dibikin tanpa kalimat berita dan dipenuhi kalimat2 sastra (yg bertabur kata-kata indah yang menjemukan)
Mempercantik kemasan berita? tidak mungkin. Infotainment pada dasarnya udh cantik, karena dipenuhi oleh berita selebritis yg bermuka cakep + terkenal. Jika ditambahi kata-kata yang indah sebagai narasi pengantar itu berarti membuat INFOTANMENT kelihatan MENOR dan kurang natural...... Kata-kata yang indah itu seperti BULLS***T buat aku (bikin risih di telinga) dan (bisa) meracuni setiap pikiran penonton.
Mungkin wartawan atau yg bikin skript (skriptwriter) perlu diberi diklat ketrampilan menulis berita jurnalistik. Sebuah kalimat berita yg baik harus lugas, tidak berbelit-belit dan mudah dipahami. Tidak diperkenankan menggunakan kata-kata mutiara, majas-majas, kalimat pepatah atau peribahasa.

"Itu bukan karya sastra loh?"

Selain itu infotainment juga kurang kerjaan. Artis yg lg gk bikin sensasi diliput, ditanyain macem2 kehidupan sehari2 (ya gak papa sih buat dongkrak pamor si artis). Apalagi sekarang, semua diliput (dalam sebuah INVESTIGASI). Dari peristiwa banjir di Jakarta, gempa bumi di Jogja, kecelakaan pesawat terbangm, dll yg gak ada hubungannya dg keartisan dan dunia hiburan. Ini udah BIAS...

Tayangan edisi investigasi juga kurang kerjaan. Beritanya sedikit tetapi dipanjanglebarkan dengan kata2 yg indah + gambar2 yg terus menerus berganti2 (dlm 1 menit kurang lebih ada 10 gambar yang sama berganti selama 100 kali) Apa gak ngrusak mata tuh?????? Dan yg pasti beritanya pasti dipanjanglebarkan dengan teknik DOKUMENTASI, dengan memajang rekaman berita atau wawancara 5 bulan yang lalu atau 10 tahun yang lalu. Daftar riwayat sensasi artis yg bersangkutan jg digeber2 dari zaman duluuuuuuuuuuuuu banget sampai sekarang. (Padahal gak ada hubungannya dengan berita utamanya!!!). Yg gak banget lagi, berita yg sedikit tersebut ditambah2in dengan berita artis2 yg (dirasa) pernah memiliki masalah serupa. Padahal gak ada hubungannya dengan artis yang diberitakan sebelumnya.

Ah pokoknya aku benci ama yg namanya INFOTAINMENT..............
INFOTAINMENT, Hii nggilani!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!