Seringkali kita dibuat jengkel dengan pemberitaan di infotaiment yang membahas hal-hal yang lain di luar gosip selebriti. Ternyata Infotaiment juga memperluas cakupan beritanya di wilayah yang buka ranah dunia hiburan.Hal inilah yang membuat saya semakin malas menonton acara infotainment.
Banyak berita yang nota bene bukan berita dunia hiburan seringkali diberitakan di acara infotainment, bahkan ada yang mengulasnya dalam bentuk investigasi. Padahal jelas-jelas tidak ada selebriti yang berkaitan secara langsung dengan berita tersebut. Berita-berita mulai dari isu-isu aktual seperti penyakit flu burung, kampanye dan pemilu; kasus Syeh Puji dan fenomena Ponari (yg nota bene bukan artis); bencana alam seperti banjir, tanah longsor dan gempa bumi; kecelakaan pesawat terbang; bahkan fenomena alam seperti gerhana matahari dan hari kiamat semua tak luput dari pemberitaan infotainment.
Menurut saya sih sebetulnya tidak apa-apa isu-isu tersebut diangkat dalam pemberitaan infotainment jika tujuannya adalah untuk menampung opini dari kaum selebriti mengenai hal-hal yang tejadi di dunia keartisan. Tetapi tak jarang beberapa selebriti yang diwawancarai memberikan komentar mengenai topik berita yang diberitakan, memberikan jawaban-jawaban tak sesuai dengan yang diharapkan. Hal ini disebabkan karena selebriti-selebriti yang diwawancarai kurang menguasai topik tersebut atau kurang mengikuti pemberitaan di media massa (jika topik bersifat aktual) atau tidak mempunyai pengalaman yang berkaitan dengan berita tersebut atau mungkin juga selebriti yang diwawancarai kurang pintar di bidang akademis.
Berdasarkan analisa saya, mengapa infotainment cenderung bias ke berita-berita umum semacam itu karena :
1. Lagi sepi gosip. Tidak ada berita menarik dari dunia keartisan.
2. Memanfaatkan moment aktual untuk mendapatkan berita terhangat, meskipun bukan dari dunia artis dengan harapan menggaet pemirsa yang tidak suka nonton infotainment
3. Berita dari dunia keartisan (kelas satu) belum masuk meja redaksi (padahal sudah deadline), akibatnya terpaksa pihak infotainment menyiarkan berita kelas dua (yg bukan dari dunia selebriti), yang sudah disiapkan sebelumnya menggantikan berita kelas satu meskipun beritanya kurang aktual.
Bagaimana reaksi para penggemar infotainment ketika menonton acara infotainment yang ternyata tidak membahas dunia selebriti yang telah menjadi makanan pokok mereka sehari2? Tidak ada. Justru mereka menganggap semua pemberitaan layak dikonsumsi, termasuk yang di luar keartisan (meskipun bukan kesukaan mereka).
Sebagian dari mereka berpendapat bahwa berita itu akan menambah wacana mereka akan isu-isu aktual karena mereka tidak suka menonton acara berita umum. Dengan kata lain mereka kecipratan informasi berita umum dan menikmatinya dengan nyaman melalui kemasan infotaiment. Sebagian lagi masa bodoh dengan berita-berita macam itu, yang penting bisa menonton artis-artis yang diwawancarai, apalagi selebriti yang menjadi pujaan.
Dan akhirnya kebiasan pemberitaan itu lama-lama menjadi kebiasaan bagi infotainment.
Menurut saya sih sebetulnya tidak apa-apa isu-isu tersebut diangkat dalam pemberitaan infotainment jika tujuannya adalah untuk menampung opini dari kaum selebriti mengenai hal-hal yang tejadi di dunia keartisan. Tetapi tak jarang beberapa selebriti yang diwawancarai memberikan komentar mengenai topik berita yang diberitakan, memberikan jawaban-jawaban tak sesuai dengan yang diharapkan. Hal ini disebabkan karena selebriti-selebriti yang diwawancarai kurang menguasai topik tersebut atau kurang mengikuti pemberitaan di media massa (jika topik bersifat aktual) atau tidak mempunyai pengalaman yang berkaitan dengan berita tersebut atau mungkin juga selebriti yang diwawancarai kurang pintar di bidang akademis.
Berdasarkan analisa saya, mengapa infotainment cenderung bias ke berita-berita umum semacam itu karena :
1. Lagi sepi gosip. Tidak ada berita menarik dari dunia keartisan.
2. Memanfaatkan moment aktual untuk mendapatkan berita terhangat, meskipun bukan dari dunia artis dengan harapan menggaet pemirsa yang tidak suka nonton infotainment
3. Berita dari dunia keartisan (kelas satu) belum masuk meja redaksi (padahal sudah deadline), akibatnya terpaksa pihak infotainment menyiarkan berita kelas dua (yg bukan dari dunia selebriti), yang sudah disiapkan sebelumnya menggantikan berita kelas satu meskipun beritanya kurang aktual.
Bagaimana reaksi para penggemar infotainment ketika menonton acara infotainment yang ternyata tidak membahas dunia selebriti yang telah menjadi makanan pokok mereka sehari2? Tidak ada. Justru mereka menganggap semua pemberitaan layak dikonsumsi, termasuk yang di luar keartisan (meskipun bukan kesukaan mereka).
Sebagian dari mereka berpendapat bahwa berita itu akan menambah wacana mereka akan isu-isu aktual karena mereka tidak suka menonton acara berita umum. Dengan kata lain mereka kecipratan informasi berita umum dan menikmatinya dengan nyaman melalui kemasan infotaiment. Sebagian lagi masa bodoh dengan berita-berita macam itu, yang penting bisa menonton artis-artis yang diwawancarai, apalagi selebriti yang menjadi pujaan.
Dan akhirnya kebiasan pemberitaan itu lama-lama menjadi kebiasaan bagi infotainment.