Infotainment adalah acara paling saya benci karena isi beritanya yang kurang, kebanyakan kata-kata mutiara, tampilan gambar2 yang sama secara berulang2. Dan mengomentari serta membicarakan keburukan-keburukan infotaiment adalah kegemaranku.
Salah satu hal yang juga saya benci dari infotaiment setelah mengamati dan mengikuti berberapa infotaiment (untuk dikomentari, bukan untuk dinikmati) adalah infotaiment terlalu lemah dalam investigasi berita selebritis. Infotaiment sering menyerah dalam meliput pemberitaan sebuah kasus yang menimpa selebritis.
Memang karena kesibukan atau karena peliknya masalah/kasus yang dihadapi, selebritis dan keluarganya sebagai narasumber, enggan atau menolak jika diminta waktu interview. Terkadang, karena saking bingungnya selebritis bisa marah terhadap wartawan infotaiment yang sepertinya terus menerus meneror mereka dengan ribuan pertanyaan yang sudah menjurus ke daerah pribadinya. Oleh karena itu tak jarang ada selebritis yang membanting pintu mobil, memaki, menyerang, memukul, menampar wartawan infotaiment, dan bahkan ada yang meneror balik dengan senjata tajam atau senjata api. Sulitnya mendapatkan narasumber inilah yang menyebabkan berita infotaiment kurang lengkap dan tidak bisa dipercaya.
Deadline berita juga membuat wartawan infotainment kewalahan ketika informasi yang seharusnya bisa didapatkan tidak terpenuhi. Mereka sampai rela tidak tidur atau menginap di depan halaman rumah selebritis yang bersangkutan demi sebuah berita meskipun pada akhirnya, selebritis yang bersangkutan tetap bungkam dan berita yang lengkap pun tinggal impian.
Berdasarkan pengamatan saya, ada 3 kemungkinan jika (wartawan) infotaiment gagal mendapatkan berita dari selebritis yang tertimpa kasus atau narasumber yang terpercaya:
1. Wartawan infotaiment mewawancarai narasumber lain yang kurang bisa dipercaya, misalnya : pembantu rumahtangga selebritis yang diberitakan, tukang kebun, pak RT, tetangga depan rumah, tukang becak langganan sampai orang yang lewat depan rumah. Kadang2 mereka memang tidak bisa berbicara dan menyampaikan informasi sesuai harapan karena memang 'kurang tahu' atau 'disuruh tutup mulut' oleh selebritis yang bersangkutan.
2. Wartawan infotaiment pergi ke dukun dan paranormal (misalnya : Ki Joko Bodo, Mama Lorenz, dll), meminta pendapat atau ramalan berdasarkan terawang gaib, yang semuanya itu tidak bisa dipertanggungjawabkan sebagai berita yang bermuatan informatif dan tidak ada kepastian dan kebenaran berita di dalamnya.
3. Ketika semua kepastian berita tidak bisa didapatkan dan usaha yang keras sudah dilakukan untuk mencari kebenaran berita tanpa hasil menjelang deadline, akhirnya dengan berani ditayangkannyalah berita yang kurang lengkap dan tidak sempurna itu dengan banyak bumbu seperti : dokumentasi perjalanan hidup selebritis yang bersangkutan, kata-kata mutiara yang puitis serta kalimat-kalimat yang terkesan dipanjanglebarkan. Dan yang paling khas, karena tidak ada kesimpulan yang jelas, narator selalu berkata : "hanya xxx (selebritis yang bersangkutan) yang tahu" atau " hanya Tuhan yang tahu" atau "hanya waktu yang bisa menjawabnya".
Sungguh sangat disayangkan hal semacam itu. Mungkin wartawan infotaiment harus diberi diklat bagaimana mencari berita yang terpercaya dengan teknik2 investigasi dari wartawan berita yang profesional.
keburukan-keburukan infotainment di mataku.
Saturday, August 16, 2008
Subscribe to:
Comments (Atom)